Written by 6:54 AM Headline, Keuangan

Saham Goto Kok Masih Loyo?

Sejak Initial Public Offering (IPO) di 11 April 2022, Saham GOTO dengan harga Rp. 338 per lembar saham, seperti nya sampai sekarang masih susah menembus harga IPO. Sampai Kapan Loyo nya?

IPO Saham GOTO 

Sejak Initial Public Offering (IPO) di 11 April 2022, Saham GOTO dengan harga Rp. 338 per lembar saham, seperti nya sampai sekarang masih susah menembus harga IPO. Walau di hari pertama listing sempet nge-pump ke Rp. 392, tetapi per Jumat kemarin (19 Agustus 2022) saham GOTO masih berusaha keras kembali ke harga IPO yakni di Rp. 334 per lembar saham.

Saham GOTO sendiri termasuk saham berkategori big market caitalization atau bigcap. GOTO berada diposisi ke-4 dibawah Telkom. Bayangkan betapa besarnya Market Cap Saham GOTO. Padahal yang di release publik cuma dibawah 2% ^^.

Padahal ada Lockup & Greenshow kok Masih Loyo ?

Banyak yang bingung termasuk saya dengan loyonya harga GOTO. Walau secara fundamental bisnis masih negatif, tapi ini bukan perusahaan kaleng-kaleng. Gojek Tokopedia adalah perusahaan startup unicorn nomer wahid di Indonesia. Selain itu sudah ada mekanisme Lock Up dan Greenshoe. Kok Masih Loyo ? Apakah ada konspirasi Bandar sengaja buang barang (saham) GOTO di bawah harga IPO supaya membuat panik market dan kemudian serok lagi?

Lock Up

Apa yang terjadi ? Biasanya sih karena ada penjualan saham dari pemegang saham exsiting. Biasanya Initial Public Offering (IPO) menjadi salah satu exit strategy pemegang saham lama untuk mencairkan keuntungan (kalau cuan besar dan lagi butuh uang ^^). 

Namun, untuk case GOTO. Pemegang saham lama bakal tetap akan dipaksa ‘stay’ karena adanya mekanisme lock up. Lock up mewajibkan para pemegang saham existing agar tidak dapat menjual sahamnya dalam periode tertentu antara 8 bulan hingga 2 tahun setelah IPO.  

Greenshoe

Greenshoe adalah klausa yang terkandung dalam perjanjian penjaminan IPO yang memungkinkan penjamin emisi yang ditunjuk dalam hal ini PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia untuk membeli hingga 15% tambahan saham GOTO pada harga penawaran (perdana). Tujuan dari skema greenshoe adalah stabilisasi harga apabila harga saham diperdagangkan di bawah harga IPO. Untuk menjalankan skema greenshoe ini, GoTo menyiapkan 7,8 miliar saham.

Current Condition

Sejak empat bulan terakhir sejak IPO. Harga saham GOTO masih sideways (Lihat Chart) masih berusaha lepas dari bayangan dibawah harga IPO. Sempat menyentuh level terendah dibawah Rp. 200 di 17 Mei 2021 walau kemudian nge-pump lagi hingga 410-an di 15 juni 2022. Saat dump ini saya sempat beli di Harga Rp. 200 dan jual di Rp. 400 sebulan kemudian *ups.

Performance Keuangan GOTO

Sebagaimana kita ketahui dalam posisi merugi 6 Triliyun (Q1) saat IPO. Cuma dengan pertimbangan khusus dan Market Cap besar saham GOTO akibat animo masyarakat saat IPO maka bisa IPO. Sayangnya sampai Jumat 19 Agustus 2022 GOTO belum ada informasi Laporan Keuangan Q2.

Walau bisa dipastikan Performance Keuangan Q2 Gojek Tokopedia (GOTO) masih merugi, setidaknya mudah-mudahan dari sisi Cash Flow dan Hutang masih bagus.

Kesimpulan

Dalam jangka panjang secara fundamental GOTO ini akan bagus sekali, jika bisa menghapus stigma perusahaan start-up teknologi yang hanya mengejar valuasi tanpa mengejar keuntungan. GOTO harus mulai melangsingkan komponen-komponen biaya dan mengurangi bakar-bakar uang dan harus mencetak profit. 

Kalau tidak ada profit maka tidak akan ada dividend yang di bagikan. Saham GOTO hanya akan jadi saham goreng-gorengan yang mencari capital gain selisih harga beli dan jual saja, karena nunggu dividend entah kapan.

 

Disclaimer :

Semua isi dari artikel ini BUKAN SARAN FINANSIAL. Walaupun saya ada lulusan Fakultas Ekonomi sebuah Perguruan Tinggi Negeri, Saya bukan penasehat keuangan ^^,  Ahli Crypto, Saham, Forex, atau investasi lainnya.

DO YOUR OWN RESEARCH (DYOR)

(Visited 92 times, 1 visits today)
Close