Saat ini kita berada di masa yang penuh ketidakpastian dikarenakan pandemi Covid 19 yang masih berlangsung hingga sekarang.

Tidak bisa dipungkiri banyak industri di Indonesia dan dunia sangat terpukul dengan kondisi ini baik kelas UMK hingga kelas Enterprise.

Saya pun termasuk cukup ‘deg-deg-an’. Project-project IDS Indonesia yang sedang berjalan sedikit terlambat jalannya, payment customer semuanya terlambat, beberapa proyek baru ditunda sampai waktu yang belum jelas yang seharusnya sudah mulai di bulan maret kemarin. Untungnya bisnis saya yg lain masih ‘normal’.

Saya coba sharing dengan teman-teman pengusaha mengenai bagaimana strategi bisnis kita untuk bertahan di pandemi Covid 19 ini.

1. Terbuka kepada Karyawan

Business owner / pimpinan perusahaan harus terbuka kepada semua karyawan tentang kondisi perusahaan. Bahwa kondisi perusahaan tidak terlalu bagus.

Jika perusahaan terbuka kepada karyawan jika terjadi perampingan atau PHK, karyawan sudah siap mental.

2. Re-define Revenue kita

Dengan tidak ada (atau berkurangnya) nya kontak fisik dengan customer dan berubah menjadi online atau remote, bisa jadi komponen revenue structure kita perlu kita definisikan ulang

3. Jaga Cash Flow

Cash Flow ini adalah darah bisnis kita. Kalau cash flow kita batuk2x siap2. Siap-siap gulung tikar kita di masa ini. Saya berusaha menghitung (lagi) ketahanan cash flow kita minimal terhadap fixed cost.

Ada beberapa cara menjaga cash flow kita supaya tetap positif :

  • Percepat Cash Collection dari Customer
  • Kejar tagihan customer yang masih outstanding
  • Negosiasi dan tunda pembayaran hutang
  • Negosiasi THR dengan karyawan. Pembayaran THR sudah di depan mata, jika Cash flow kita ‘terancam’ coba di cicil 2x pembayaran di bulan ini dan bulan depan misalkan

4. Efisiensi dan Cost Management

  • Stop atau negosiasikan recurring expenses atau Fixed Cost yang tidak perlu atau bisa ditunda. Misalkan berlangganan majalah, digital subcription, iklan, rental mobil dll. Bahkan jika selama ini anda sewa kantor / ruko coba negosiasikan ke landlord atau building management karena selama PSBB physically kita tidak menggunakan kantor
  • Tunda belanja CAPEX (Capital Expenditure), Investment dan Ekspansi bisnis
  • Cut headcount atau merumahkan karyawan dengan mengosiasikan kah (jika terpaksa)

5. After Covid 19 Strategy

Walau sekarang kita berjibaku bertahan di kondisi pandemi ini, jangan dilupakan juga untuk prepare for the future jika pandemi ini selesai atau mungkin kita masuk ke situasi ‘new normal’.

6. Prepare For the Worst

Persiapkan perusahaan atau bisnis kita jika tidak ada pemasukan sama sekali (cash) dan seberapa kuat dan lama Cash Flow kita bisa menahan beban Fixed Cost (minimal bisa cover fixed cost).

Apa yang akan kita lakukan jika pandemi masih terjadi disaat cash flow kita sudah 0 bahkan negatif ? Apakah kita tutup atau bagaimana ?

Intinya di masa seperti ini penuh dengan ketidakpastian sebagai pemilik bisnis (owner), CEO kita harus konservatif dan blak-blakan serta decisive.

Demikian sharing dari saya. Semoga wabah ini segera berlalu.

Jika temen-temen ada ide-ide lain terkait dengan strategi bisnis untuk bertahan di masa pandemi Covid 19 ini.  Appreciate your kind feedback.

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 2 =