Ingin memulai bisnis ? Tapi bingung mulai dari mana ?
Tidak hanya bisnis, semua aktifitas dan kegiatan apapun bisa dilakukan jika … DIMULAI dan DILAKSANAKAN.

Sesimpel itu ? Iya hahaha.
Tapi supaya tidak konyol ada beberapa hal yang perlu di lakukan terlebih dahulu supaya setidaknya start nya lancar. Apa itu ?

A. Tahap Planning dan Preparation

1. Yakinkan diri anda terlebih dahulu. Anda harus meyakinkan diri anda bahwa jika anda berbisnis maka akan ada konsekuensi logis yang terjadi dan anda harus siap oleh hal-hal tersebut.

2. Ide. Yah ide … , ini yang terpenting. Kalau anda tidak tahu mau bisnis apa yah yah susah hahaha. Tentukan anda mau bisnis apa. Klik disini untuk posting saya terkait dengan mencari ide bisnis.

3. Buat business plan. Ngak usah ribet2x anda bisa menggunakan one page business plan untuk membuat visualisasi kira bisnis anda itu revenue nya dari mana, terus biaya yang dikeluarkan apa, target pembelinya siapa, supplier nya dll

4. Modal. Yah modal. Waduh saya bukan orang kaya apalagi turunan orang kaya. Modal ini banyak jenisnya, bisa modal berupa uang, modal asset (punya ruko, mobil, motor dan asset lainnya), atau modal networking hingga modal cap cis cus hahaha. Contoh anda ada punya kenalan yang jago bikin nasi goreng. Anda bisa ajak dia kerjasama, anda yang bantuin marketingnya dia yg handle urusan per nasi gorengan. Gampang kan ?

5. Legalitas usaha. Jika anda mau berbisnis dengan target customer corporate (perusahaan) maka anda sebaiknya berbadah hukum. Saya sarankan Perseroan Terbatas (PT) saja jangan CV. Tapi ini opsional yah tidak wajib.

6. Marketing Plan. Karena kita baru mulai, kita harus proaktif memperkenalkan usaha dan produk kita. Kita harus sudah memikirkan strategi pemasaran produk atau jasa anda begitu juga dengan brand (logo, tag line, identitas, dll)

Setelah itu ngapain ? yah eksekusi. Seperti kata bijak “Dream bigstart smallact now …

B. Tahap Eksekusi

Untuk tahap eksekusi awal ada beberapa hal yang perlu diperhatikan

1. Cari tempat berbisnis baik berupa online atau offline (fisik). Contoh sewa ruko, atau buka akun seller di toko online / marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak dan lainnya
2. Start small, jangan terlalu jor-joran mengeluarkan modal

3. Jangan merekrut karyawan dulu. Jika tidak memungkinkan mulailah dengan 1-2 karyawan saja jika modal terbatas.

4. Business owner harus turun lansung. Kenapa ? biar kita paham bisnis kita itu kendala dan masalahnya dimana selama operation. Jadi sewaktu kelak sudah mampu dan bisa kita delegasikan ke karyawan, kita sudah tahu mencari kandidat seperti apa dan pekerjaannya ngapain.

Dulu sekedar sharing sewaktu saya setup di masal awal SolusiLantaiKayu.com saat itu saya adalah business owner dan tukang survey ke customer. Mulai survey dan melakukan pengukuran, bikin quotation hingga deal-in sendiri. Bahkan manjat-manjat rumah yang masih  construction in progress masih berupa pondasi-pondasi dan cor-an seadanya untuk mengukur kebutuhan lantai kayu, saya lakukan saat itu.

5. Konsisten dan istiqomah. Jangan putus asa walau hasil belum terlalu menggembirakan atau bahkan belum terlihat.

Sekedar cerita, setelah berdiri 2012, customer pertama kami baru hadir di Februari 2013 ! bayangkan 3 bulan nyaris tanpa ada revenue ! Putus asa sih ‘sempat’ ada, tapi 1st deal itu membuat semangat saya menjadi menggebu-gebu.

Konsisten dan istiqomah ini penting, karena teman-teman bisa melihat kok banyak usaha yang baru mulai belum lama eh dah tutup lagi.

6. Continues Improvement. Terus lah berbenah dan improve bisnis anda sehingga lebih teratur dan sistemaik baik dari sisi pembukuan hingga business process.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × two =