Empat tahun lewat sudah saya mengarungi hidup sebagai full entrepreneur. Alhamdulillah masih selamat dan bisa survive, semoga seterusnya ^^. Banyak teman, rekan dan keluarga penasaran dan ‘kepo’ dengan kehidupan saya sekarang mulai nanya yang ringan-ringan hingga serius hihihi. Hebat sekarang udah jadi pengusaha, Gimana Pak ? Enak mana jadi karyawan atau pengusaha ? Menurut saya, dua-dua nya sama-sama enak kok. Loh ? Dunia ini adalah sunatullah sebuah harmonisasi keberagaman.

Coba bayangkan jika semua orang di dunia ini jadi pengusaha. Siapa donk yang jadi karyawannya ? Karyawan atau pengusaha hanyalah sebuah peran yang tidak lebih baik atau lebih baik satu sama sekalian dan cenderung ‘kurang tepat’ jika berusaha mengkonfrontir satu sama lain siapa yang lebih enak, karena enak atau tidak itu sangat subjektif. Mari kita bahas beberapa point menurut saya yang saya tahu dan rasakan bisa dijadikan acuan soal enak atau tidaknya masing-masing peran. Keteraturan Karyawan biasanya dikaitkan dengan keteraturan rutinitas pekerjaan. Kalau pengusaha ? (heheheh *ketawa ngenes )

Bagi pengusaha yang masih ditahap awal dan sedang merintis waktu sangat tidak teratur apalagi income, kadang kaya mendadak, kadang makan harus ngirit. Bahkan anda harus kerja 7×24 untuk setup hingga running bisnis ditahap awal. Kalau anda suka keteraturan tentu jadi karyawan lebih enak, jika tidak keteraturan akan ‘menyiksa’ anda. Keamanan & Kenyamanan Jika anda orang yang suka kestabilan income dan fasilitas kompensasi, jelas menjadi karyawan lebih enak, bahkan di beberapa perusahaan mau anda kerja mati-matian atau tidak income anda sama dan dapet tunjangan kesehatan pula dan lain-lain.

Bagi anda penyuka keamanan dan kenyamanan hidup, pengusaha jelas bukan peran yang cocok anda lakonin. Pendapatan Banyak orang berpikir bahwa enaknya jadi pengusaha adalah income-nya lebih besar. Eitss … siapa bilang ? belum tentu ! Percaya atau tidak di tahun pertama saya running bisnis, pendapatan setahuan saya bekerja di mitsubishi group lebih besar di banding income dari bisnis. Tapiiii …. jadi pengusaha anda mempunyai ‘potensi/harapan’ untuk memperoleh income yang jauh lebih besar di banding menjadi karyawan yang hanya terpatok pada ‘salary table’ kalau ngak promosi jabatan, paling kenaikan hanya sebesar inflasi. Resiko Kalau anda tipikal orang yang risk taker then this is your world man !.

Kadang menjadi pengusaha ibarat dengar musik hip hop yang penuh dengan beat, seperti itulah detak jantung anda xixixix, setiap saat banyak resiko ketidakpastian terhadap bisnis baik dari sisi customer, product, supplier atau bahkan cash flow. Kalau anda tipikal orang yangrisk taker then this is your world man !

So gimana ? penak jamanku toh #eh jadi enak mana, jadi karyawan atau pengusaha ?😀 … silahkan dijawab di hati masing-masing sambil minum kopi dan memandang secercah cahaya bintang dilangit kelam ^^.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =