Banyak teori serta aliran kewirausahaan di Indonesia mengenai proses konversi dari karyawan menjadi pengusaha mulai dari strategi yang ‘radikal’ langsung resign & terjun, ‘bakar kapal’ hingga yang paling nyaman ‘konservatif’ bisnis jalan dulu sewaktu masih jadi karyawan dan setelah mapan/stabil baru resign. Bagi seorang karyawan yang sudah berkeluarga berada di ‘zona nyaman’ beralih peran menjadi pengusaha adalah sebuah ‘pertarungan hati dan pikiran’ yang luar biasa. Saya jamin anda pasti tidak tidur nyenyak beberapa hari memikirkannya (atau ngak? :D). Berbeda jika anda belum berkeluarga (dan masih muda pula), gaji dikantor juga pas-pas an atau baru di PHK, tentu proses metamorfosis menjadi pengusaha jauh lebih mudah alias nothing to lose. Tapi jangan berkecil hari saya akan coba sharing kepada anda, seorang yang sudah berkeluarga berada di ‘zona nyaman’ , tips untuk beralih menjadi pengusaha. Eitss tapi tunggu dulu bukan karena saya paling hebat dan paling tahu, tetapi lebih tepatnya karena I was in your posisition before … Saya sendiri menganut paham ‘moderate’ ke arah radikal ‘sedikit’. Saya resign ketika bisnis saya ‘baru’ akan dimulai alias masih planning tapi tidak konyol hihihi. Nah berikut point-point resign plan menjadi pengusaha yang perlu anda siapkan : Tentukan & Teguhkan Niat Semuanya berawal dari niat. Tentukan dan teguhkan niat anda bahwa anda akan resign dari karyawan dan beralih peran menjadi pengusaha. Kemudian mau bisnis apa dan gimana model bisnisnya. Niat ini yang akan menjadi ruh dari semua point-point selanjutnya. Tentukan Target Tentukan tanggal pasti kapan anda akan resign dan beralih menjadi pengusaha. Kenapa harus ditentukan dari sekarang ? Karena titik anda resign lah anda tarik mundur waktu ke belakang kapan resign planning beserta persiapannya dimulai serta action apa yang diperlukan untuk menjamin anda resign dengan ‘siap’ terpaksa (walau dalam kenyataannya anda tidak akan pernah siap untuk resign dari zona nyaman karyawan. Tapi seperti kata guru-guru kita dulu siap tidak siap dikumpulan xixixixi). Menjadi ‘Amfibi’ Loh kok mahluk sesempurna manusia disuruh jadi amfibi ? Enggg maksudnya adalah sebelum anda resign jika memungkinkan anda sudah memulai bisnis anda. Jika sudah jalan dan stabil anda tentu lebih mudah loncat menjadi pengusaha. Point ini hukumnya sunnah, jika bisa lebih baik xixixix. Jujur, saya mencoba point ini namun gagal ! T_T *pukpuk. Komunikasikan Komunikasikan ke orang terdekat anda, minimal istri, anak serta orang tua. Saya yakin 100% mereka tidak setuju, tapi coba pelan-pelan beri penjelasan yang logis, rasional dan penekanan ke soal materi. Biasanya yang menjadi concern keluarga dan orang terdekat kita adalah disisi materi. Jelaskan kepada mereka bahwa anda sudah punya dana talangan hidup (misalkan selama 6 bulan atau 1 tahun) supaya mereka tidak terlalu khawatir dari sisi kehidupan sehari-hari (kalau khawatir sih tetap ada, it’s ok itu alamiah kok ^^). Dana Talangan Hidup Mulai siapkan tabungan buat dana talangan hidup anda dan keluarga. Misalkan pengeluaran sebulan anda dan keluarga 10jt (biaya makan,biaya cicilan, uang sekolah,dll). Minimal anda harus menyiapkan 6 bulan-12 bulan kali dana talangan hidup per bulan. Lunasi Hutang Anda Jika memungkinkan lunasi semua hutang konsumtif anda (KTA, Kartu Kredit, Kendaraan). Jika ada kelebihan dana hutang produktif (cicilan rumah) boleh sekalian hihihi. Anda bisa melunasi hutang anda dengan tabungan yang ada atau dengan uang pisah / pesangon yang anda dapatkan ketika resign (walau sebagaian kecil saja yang mendapatkan fasilitas ini). Siapkan Simple Business Plan Semua point diatas tidak ada gunanya jika anda tidak tahu mau bisnis apa xixixix. Kebayang donk setelah resign, eh anda masih bingung mau bisnis apa T_T. Anda wajibmenentukan bisnis apa serta membuat simple business plan. Ingat ! Jangan terlalu ‘rumit’ dan ‘detail’ (dijamin kalau terlalu detail dan sempurna, saya jamin anda ngak akan mulai-mulai :D). Insya Allah nanti saya akan sharing cara membuat ‘simple’business model & business plan di lain artikel. Berdoa & Tetap Berbuat Kebaikan Semua point diatas adalah ikhtiar anda sebagai manusia, ikhtiar dan doa adalah satu paket untuk mendapat keberkahan dan restu dari Yang Maha . Kuatkanlah doa dan ibadah anda selama proses awan resign plan hingga seterusnya (berdoa wajib walau anda sudah menjadi pengusaha sukses). Jangan pernah berhenti berdoa dan berharap tentunya tetap berusaha (ikhtiar) dan berbuat kebaikan kepada sesama dimuka bumi ini. Karena bisa jadi bukan doa anda yang dikabulkan tetapi doa-doa orang yang anda pernah tolong ^^. Dan … Ajukan Resign Penjelasan saya yang panjang, berapi-api dan berbuih-buih (*sedikit lebay) tidak ada artinya jika anda tidak jadi ngajuin surat resign *LOL. Tiba saatnya anda memulai milestone hidup anda yang baru, ajukan surat resign dan handover semua pekerjaan anda dengan baik kepada perusahaan anda bekerja. Resign lah dengan elegan dan baik, barangkali kalau jodoh anda bisa jadi vendor perusahaan lama anda … seperti saya xixixix ^^. Demikian sharing tips saya. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua. Feel free jika ada pertanyaan atau sharing pegalaman bisa hubungi saya di sini.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hamdisy/tips-beralih-dari-karyawan-menjadi-wirausaha_57d34cffa823bdd5077697a8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 20 =